BOMBANA — Himpunan Mahasiswa Bombana (HIPMAB) Kolaka menyoroti hasil seleksi Beasiswa Bombana 2026.
Sorotan tersebut mencakup persoalan validasi data nilai KHS, proses verifikasi perguruan tinggi, serta waktu sanggahan yang dinilai sangat terbatas, yakni hanya dua hari.
HIPMAB Kolaka menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta perlakuan khusus dalam proses seleksi.
Mereka meminta agar seluruh tahapan berjalan secara adil, transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut HIPMAB Kolaka, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara data pendaftaran, pedoman seleksi, dan hasil validasi, mahasiswa yang terdampak perlu diberikan kesempatan yang memadai untuk melakukan klarifikasi serta menunjukkan bukti pendukung.
Untuk itu, HIPMAB Kolaka mendesak adanya verifikasi dan pemeriksaan ulang terhadap data mahasiswa terdampak, penelusuran menyeluruh terhadap alur data mulai dari proses pendaftaran hingga penetapan hasil, serta evaluasi terhadap mekanisme sanggahan agar diberikan secara wajar, transparan, dan tidak merugikan mahasiswa.
HIPMAB Kolaka juga mengingatkan agar persoalan administratif tidak serta-merta menjadi alasan yang merugikan mahasiswa tanpa memberikan ruang yang cukup untuk melakukan klarifikasi.
“Jangan jadikan mahasiswa korban persoalan administrasi.”
HIPMAB Kolaka berharap proses evaluasi dapat dilakukan secara terbuka sehingga seluruh mahasiswa memperoleh perlakuan yang adil dan memiliki kesempatan yang sama untuk mempertanggungjawabkan data yang mereka ajukan.
Bersama suarakan keadilan, untuk mahasiswa Bombana yang lebih baik.
#HIPMABKolaka #BeasiswaBombana #Bombana #SuaraMahasiswa #KeadilanMahasiswa #Transparansi #BeasiswaUntukMasaDepan #MahasiswaBombana
