Bombana — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digaungkan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (BEM FST) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui aksi simbolik pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di kawasan Pantai Pasir Panjang, Kabupaten Bombana.
Di tengah hamparan pesisir dan bentangan laut, mahasiswa bersama-sama membentangkan Sang Merah Putih. Bendera sepanjang 81 meter tersebut bukan sekadar simbol perayaan, tetapi menjadi representasi usia kemerdekaan Indonesia yang telah mencapai 81 tahun sekaligus gambaran panjangnya perjalanan bangsa dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu.
Pengorbanan berupa tenaga, pikiran, darah, air mata, bahkan nyawa menjadi bagian dari sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus bangsa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua BEM FST USN Kolaka, M. Alif Riansyah, turut bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata.
> “Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bukan sekadar peringatan seremonial, bukan hanya tentang mengibarkan bendera dan mengenang sejarah. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah amanah perjuangan yang harus terus kita hidupkan dan kita perjuangkan.”
Menurut M. Alif Riansyah, kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama. Generasi saat ini memiliki tugas untuk memastikan bahwa kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
> “Hari ini, tongkat estafet perjuangan telah berada di tangan generasi muda. Maka tugas kita bukan hanya menikmati kemerdekaan, tetapi memastikan bahwa kemerdekaan benar-benar menghadirkan keadilan, kesejahteraan, pendidikan yang layak, ruang demokrasi, serta masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Ia juga menekankan bahwa bentuk perjuangan generasi muda telah mengalami perubahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka perjuangan generasi hari ini dilakukan melalui pendidikan, intelektualitas, keberanian bersuara, kepedulian sosial, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
> “Generasi muda tidak boleh menjadi generasi yang hanya menyaksikan perubahan. Kita harus menjadi generasi yang menciptakan perubahan. Karena perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajahan, tetapi melawan kebodohan, ketidakadilan, kemiskinan, apatisme, korupsi, serta segala bentuk ketimpangan yang masih membelenggu bangsa.”
Bagi mahasiswa, pesan tersebut menjadi penting karena mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual sekaligus bagian dari kekuatan moral masyarakat.
Momentum 81 tahun kemerdekaan diharapkan mampu membangkitkan kembali keberanian, persatuan, daya kritis, dan semangat pengabdian mahasiswa terhadap bangsa.
> “Mahasiswa harus hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pengawal nurani rakyat, pengkritik kebijakan yang tidak berpihak, sekaligus pencipta gagasan dan solusi bagi persoalan bangsa.”
Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter kemudian menjadi gambaran nyata dari semangat tersebut. Puluhan mahasiswa membentangkan kain Merah Putih di sepanjang kawasan pesisir Pantai Pasir Panjang, menciptakan pemandangan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat dengan pesan kebangsaan.
Merah Putih yang membentang di antara pasir, laut, dan langit menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan harus terus menjangkau seluruh ruang kehidupan.
Ia menjadi pengingat bahwa nasionalisme bukan hanya tentang menghafal sejarah atau mengikuti upacara, tetapi tentang bagaimana generasi muda mengambil tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan memperjuangkan masa depan bangsa.
Kegiatan BEM FST USN Kolaka tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa bahwa perjuangan Indonesia belum selesai.
Setelah para pahlawan berhasil merebut kemerdekaan, generasi sekarang memiliki tugas yang tidak kalah penting, yakni mengisi, menjaga, dan memperjuangkan makna kemerdekaan agar dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Perjuangan hari ini dapat diwujudkan melalui keberanian melawan ketidakadilan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kepedulian terhadap masyarakat, menjaga lingkungan, mengawal demokrasi, serta menghadirkan gagasan dan tindakan yang memberikan manfaat bagi bangsa.
Dari Pantai Pasir Panjang, Kabupaten Bombana, BEM FST USN Kolaka menyampaikan pesan bahwa 81 tahun Indonesia merdeka bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan, melainkan estafet yang kini berada di tangan generasi muda.
Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter yang dibentangkan bukan sekadar kain yang memanjang di tepian pantai. Ia menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus penegasan tekad generasi muda untuk meneruskan perjuangan menuju Indonesia yang lebih adil, berdaulat, berpendidikan, sejahtera, dan bermartabat.
Dari Pantai Pasir Panjang, Merah Putih dibentangkan. Dari tangan generasi muda, semangat perjuangan diteruskan.
_Fadly
