Kolaka, 4 Agustus 2026 – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Kolaka dalam beberapa hari terakhir semakin menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga BBM di tingkat pengecer, sehingga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga.
Di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), antrean kendaraan terlihat mengular sejak pagi hingga malam hari. Tidak sedikit masyarakat yang harus menunggu berjam-jam demi memperoleh BBM, bahkan banyak yang terpaksa pulang tanpa mendapatkan bahan bakar karena stok telah habis. Sejumlah SPBU juga menerapkan pembatasan pembelian sebagai upaya mengendalikan sisa pasokan yang tersedia.
Kelangkaan BBM ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga memicu kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang. Dampaknya, harga berbagai kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan sehingga semakin membebani masyarakat, khususnya pekerja harian, nelayan, petani, pelaku UMKM, sopir angkutan, pedagang, mahasiswa, dan pelajar.
Masyarakat menilai bahwa kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan PT Pertamina. Pasokan BBM yang merupakan kebutuhan vital harus dipastikan tersedia secara merata agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu. Selain itu, diperlukan transparansi mengenai penyebab kelangkaan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
Masyarakat Kabupaten Kolaka juga berharap pengawasan terhadap distribusi BBM diperketat guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan yang dapat memperparah kelangkaan di lapangan. Langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar stabilitas pasokan dan harga BBM dapat segera dipulihkan.
Kelangkaan dan kenaikan harga BBM bukan sekadar persoalan distribusi energi, tetapi telah berdampak pada roda perekonomian masyarakat secara luas. Oleh karena itu, pemerintah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menjamin ketersediaan BBM, menjaga stabilitas harga, serta memberikan kepastian kepada masyarakat.
"BBM merupakan kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas masyarakat. Ketika pasokan terganggu dan harga terus meningkat, maka yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat. Sudah saatnya persoalan ini segera ditangani secara serius, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat."
