Krusialnews.online

Mahasiswa KKN USN Kolaka Dorong Inovasi Desa Ambapa melalui Program Kompos Organik dan Website SILADES

AMBAPA,Krusialnews.online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XIV Kelompok 23 Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terus mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui program kerja yang berbasis pada kebutuhan nyata desa.

Dua program unggulan yang diperkenalkan, yakni pengolahan limbah menjadi kompos organik dan pengembangan Website Sistem Lapor Desa (SILADES), dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Ambapa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ambapa beserta perangkat desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Pelaksanaan program menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.

Mengolah Limbah Ternak Menjadi Kompos Organik Program unggulan pertama berfokus pada pemanfaatan limbah organik, khususnya kotoran sapi, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Mahasiswa KKN mengolah kotoran sapi dengan campuran serbuk kayu yang telah terbakar sebagai bahan pendukung dalam proses pembuatan pupuk kompos organik.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah ternak yang ditemukan di lingkungan Desa Ambapa. 

Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kebersihan serta kesehatan lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemaparan mengenai manfaat kompos, tetapi juga melakukan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatannya. 

Masyarakat diperkenalkan pada metode sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penggunaan serbuk kayu dalam campuran kompos juga diarahkan untuk membantu menyeimbangkan karakteristik material, termasuk kandungan karbon dan tingkat keasaman atau pH selama proses pengomposan. Dengan metode yang sederhana dan bahan yang mudah diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan pengolahan limbah secara berkelanjutan.

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak, pupuk kompos organik juga memiliki sejumlah manfaat bagi sektor pertanian. Penggunaan kompos dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta memberikan nilai tambah ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

Program ini sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa, yaitu mengubah limbah menjadi produk yang memiliki manfaat kembali bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas tanah, mendukung produktivitas pertanian, serta mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

SILADES, Inovasi Digital untuk Pelayanan Desa
Selain bergerak di bidang lingkungan dan pertanian, mahasiswa KKN USN Kolaka juga menghadirkan inovasi dalam bidang teknologi melalui Website Sistem Lapor Desa atau SILADES.

SILADES dirancang sebagai solusi digital untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan laporan, keluhan, maupun aspirasi kepada pemerintah desa. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor desa.

Website SILADES dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung, antara lain formulir pengaduan online, pencatatan laporan secara otomatis dan terstruktur, riwayat laporan, serta sistem monitoring dan tindak lanjut oleh perangkat desa. 

Kehadiran sistem ini diharapkan dapat mempercepat alur penyampaian informasi sekaligus mendorong terciptanya pelayanan desa yang lebih efektif, terbuka, dan responsif.

Tidak berhenti pada pengenalan sistem, Tim KKN Kelompok 23 juga memberikan simulasi mengenai cara mengoperasikan SILADES serta pengelolaan basis data kepada perangkat desa.

Transfer pengetahuan tersebut menjadi bagian penting agar sistem dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh pemerintah desa setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.

Menggabungkan Lingkungan dan Digitalisasi
Pemateri dari KKN Kelompok 23, Syahrul, S.Si., M.T. dan Muh. Iyan Alfarizik, menjelaskan bahwa kedua program tersebut disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Ambapa.

Program kompos organik diarahkan untuk menjawab persoalan pengelolaan limbah dan mendukung sektor pertanian, sementara SILADES difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kombinasi kedua program tersebut menjadi bentuk pendekatan multidimensional dalam pemberdayaan masyarakat. Di satu sisi, masyarakat didorong untuk membangun kemandirian dalam mengelola sumber daya dan limbah organik. 

Di sisi lain, pemerintah desa didukung untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sinergi antara pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular dan digitalisasi pelayanan publik diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan tata kelola Desa Ambapa. Pendekatan tersebut juga menjadi langkah konkret mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang edukatif, aplikatif, dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri.

 Mendapat Sambutan Positif
Kedua program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan aparat Desa Ambapa. 

Warga menilai program kompos organik dapat menjadi alternatif dalam mengatasi persoalan limbah ternak sekaligus memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian.

Sementara itu, kehadiran SILADES dinilai dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan laporan kepada pemerintah desa. 

Sistem tersebut juga diharapkan dapat mendukung terciptanya keterbukaan informasi serta mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa Ambapa menyampaikan apresiasi kepada Tim KKN USN Kolaka atas inovasi yang telah diberikan. 

Pemerintah desa berharap berbagai program tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, dan dikelola bersama oleh masyarakat serta pemerintah desa.

Melalui program kompos organik dan Website SILADES, mahasiswa KKN Reguler Angkatan XIV Kelompok 23 USN Kolaka menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui perpaduan antara edukasi, pemberdayaan lingkungan, inovasi teknologi, dan penguatan tata kelola desa.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses menuju Desa Ambapa yang lebih maju, mandiri, adaptif, transparan, dan berkelanjutan.

Narasumber: Syahrul, S.Si., M.T. & Muh. Iyan Alfarizik


Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak